Kamis, 04 Januari 2018

River Tubing Little Ubud

Sensasi River Tubing di Little Ubud




SAAT ini wisata petualangan semakin diminati. Di antaranya,  aktivitas wisata air seperti tubing, yang semakin hari kian banyak penggemarnya. Di beberapa daerah di Jawa Tengah, seperti Kudus, Kendal, Boyolali dan Magelang bermunculan beberapa tempat wisata yang menyediakan wahana river tubing. Ada yang dikelola oleh penduduk setempat, ada pula yang dikelola secara profesional. Meski menjadi tren, masih banyak orang yang bingung membedakan antara rafting dan tubing.
            Dua jenis olahraga air itu punya persamaan sekaligus perbedaan. Rafting sendiri sejenis olahraga mengendalikan perahu karet yang menyusuri bagian jalur sungai yang cukup dalam, berarus deras, berbatu-batu dan memiliki jeram-jeram yang menantang untuk ditaklukkan. Rafting dilakukan secara berkelompok sekitar 4-6 orang dalam satu perahu karet dan masing-masing membawa dayung sebagai alat kemudi. Sementara itu, river tubing bisa diibaratkan single rafting. Jika rafting menggunakan perahu karet, berbekal dayung dan dilakukan secara berkelompok dalam satu perahu karet, maka river tubing menggunakan alat ban besar dan dilakukan secara individu. Bila rafting mengandalkan kekompakan tim untuk mempertahankan kestabilan dan keselamatan perahu, maka river tubing mengandalkan keterampilan individu saat menyusuri sungai. Biasanya sungai yang dipilih untuk aktivitas tubing tidak dalam, dan jeram-jeramnya tidak terlalu ekstrem





            Jika Anda berkeinginan menguji adrenalin dengan olahraga air tubing, Anda bisa berkunjung ke daerah Magelang, khususnya di kecamatan Candimulyo yang memiliki banyak aliran sungai dengan beberapa penyedia jasa river tubing yang memiliki keunggulan masing-masing. Untuk river tubing dengan sensasi jeram yang cukup deras dan menantang serta mampu menguji adrenalin, Anda bisa menggunakan provider Little Ubud yang berada di desa Tampir Wetan Kecamatan Candimulyo.
            Di sini Anda bisa menyusuri aliran air sungai Gono sekitar kurang lebih 1,5 jam. Airnya masih jernih karena terletak di daerah hulu mata air. Sungai ini juga memiliki pemandangan yang menyenangkan karena dikelilingi sawah yang subur, udara yang bersih dan lingkungan desa yang asri.  Untuk mencapai tempat ini, Anda bisa menuju jalan yang mengarah ke Ketep Pass di belakang pabrik kertas Blabak, atau dari arah Armada Town Square Magelang. Lokasinya mudah dijangkau dan memiliki jalan aspal yang cukup baik.
            Sebelum melakukan pengarungan mandiri dengan ban, pemandu akan melakukan safety briefing. Banyak peserta yang khawatir ikut tubing karena tidak bisa berenang, takut tenggelam atau terbawa arus. Nicky, pengelola wahana Little Ubud River Tubing memberikan penjelasan, river tubing cukup aman, bisa dilakukan oleh anak-anak maupun orang dewasa, pemula maupun sudah berpengalaman. Bahkan bagi orang yang tidak bisa berenang sekalipun masih cukup aman selama perlengkapan safety dan pemandu bisa diandalkan. Batasan tinggi badan yang boleh mencoba river tubing adalah 100 cm, dengan berat badan maksimal 120 kg. Tujuannya agar tetap aman dan nyaman, sesuai dengan kedalaman sungai dan tingkat derasnya arus sungai berikut kondisi alamnya.  Selain itu, gunakan pakaian yang simpel dan nyaman,  jangan lupa sarapan, melakukan pemanasan atau  senam ringan secukupnya agar kaki tidak mengalami kram akibat suhu air yang dingin dan pengaruh gerakan ban mengikuti arus sungai.




            Langkah selanjutnya, peserta harus memilih ban sesuai dengan besar badan, mengecek kondisi ban dan memastikan pengamannya kuat. Ban pengaman standar internasional memiliki 2 pegangan tangan di bagian kanan dan kiri. Di Indonesia sendiri masih banyak yang mengandalkan penggunaan ban bagian dalam yang sudah dilengkapi webing (tali khusus untuk pengaman bagian pantat wisatawan dari kemungkinan terbentur bebatuan).

Luwes Seirama Arus Sungai

            Petualang dimulai saat Anda diangkut naik mobil bak terbuka dari pos atau meeting point yang berjarak sekitar 500 meter menuju titik start.  Turun dari mobil, Anda harus berjalan kaki sekitar 500 meter menuju tepi sungai, sambil membawa ban yang akan digunakan untuk tubing. Perjalanan terasa menyenangkan karena Anda akan melewati pematang sawah sambil menikmati hamparan tanaman padi yang hijau membentang.
            Pemandangan yang ada mengingatkan pada desa Ubud di pulau Bali. Setelah mencapai tepian kali Gono, ban-ban mulai diapungkan. Anda bisa membasahi diri dengan air sungai yang dingin untuk penyesuaian. Hati-hati bebatuan di sini sangat licin. Anda akan dibantu pemandu menaiki ban. Kedalaman air sungai di sini umumnya berkisar antara 40 cm hingga 1 meter. Mungkin karena curah hujan di bulan September (sewaktu tubing dilakukan) sudah sangat berkurang. Sehingga debit air tidak begitu besar, tapi cukup untuk menghanyutkan ban yang Anda kendarai.





            Perjalanan river tubing dimulai saat ban yang menopang tubuh Anda akan bergerak melintasi sungai yang berkelak kelok, terhanyut oleh arus sungai yang deras di beberapa tempat. Suara tawa bercampur teriakan saat melewati jeram yang mewarnai sepanjang perjalanan. Ada sekitar 17 jeram yang harus dilewati pada lintasan sungai sepanjang 2 kilometer. Sisata air akan lebih menyenangkan jika Anda mengajak keluarga atau  teman karena Anda bisa membuat berbagai formasi dan bermain air bersama sehingga suasana menjadi lebih meriah.
            Di sepanjang lintasan tubing, deretan bebatuan besar dan kecil, bertaburan menghadang,  membuat ban yang Anda kendarai bergerak berputar-putar, terbentur-bentur ke kanan dan ke kiri. Kadang badan Anda menghadap ke depan, kadang berbalik arah menghadap ke belakang.  Anda tak selalu bisa melihat ke depan searah arus sungai. Namun, ikuti saja arusnya. Ada kalanya ban terhenti karena gagal melewati hambatan batu besar. Sering pula peserta terlepas dari ban saat melewati jeram. Tak usah takut dan panik karena ada tim pemandu yang sigap mendorong ban kembali ke lintasan atau membantu Anda menaiki ban. Yang terpenting, luwes mengikuti arus, menyeimbangkan badan, dan menikmati perjalanan hingga akhir tercapai. Namun, jika Anda takut melewati jeram dengan naik ban, Anda bisa turun dan berjalan kaki hingga ke tempat yang tak berjeram untuk kembali naik ke ban.  
            Perjalanan menyusuri sungai, seru sekaligus menegangkan. Anda harus waspada menjaga kepala, tangan, dan kaki dari kemungkinan terluka akibat tergores tebing atau terbentur bebatuan yang ada. Di sinilah Anda belajar untuk tidak melawan alam, melainkan bergerak luwes, selaras dengan alam. Anda harus tahu bagaimana mengatur posisi badan saat melewati jeram maupun bebatuan. Saat melewati jeram, atur posisi badan condong ke belakang agar ban tidak terbalik. Posisi tangan harus selalu ada di bagian dalam lingkaran ban untuk menghindari cidera tergores bebatuan.  Anda bisa memberi tanda pada pemandu saat menemui hambatan di sungai.







            River tubing  merupakan olahraga berisiko sedang. Tetap saja ada risiko terbentur, tergores atau terluka bila Anda kurang waspada. Bagaimanapun juga, bermain di alam punya konsekuensi yang perlu dipahami. Anda harus bertanggung jawab atas keselamatan diri, para pemandu hanya membantu mengurangi risikonya.
            Dalam perjalanan hingga ke finish, Anda akan melewati beberapa jeram. Namun ada kalanya, Anda akan mendapatkan aliran sungai yang tenang. Sebelum mencapai titik akhir river tubing, Anda akan mendapat instruksi dari tim pemandu agar berhenti dan turun dari ban. Ternyata itu adalah bagian atas dari sebuah dam atau bendungan air. Di bawahnya ada air terjun buatan setinggi kira-kira 2 meter. Di sini, Anda bisa uji nyali. Caranya dengan terjun dari ketinggian menuju hamparan air sedalam 1,5 hingga 3 meter. Bagi yang tidak berani terjun, disediakan anak tangga untuk turun menuju kolam di bawahnya. Sambil beristirahat, Anda bisa berenang-renang di kolam yang tenang. Menikmati aliran air terjun yang bisa digunakan untuk pijat refleksi badan. Tinggal duduk atau berdiri di bawah aliran air terjun. Air terjun ini adalah salah satu ikon untuk mengambil foto selfie dan wefie bersama teman dan keluarga.  
            Dari air terjun ini, Anda kemudian melanjutkan perjalanan menuju ujung lintasan river tubing. Kembali ke basecamp, ada beberapa toilet bersih yang sudah siap digunakan untuk mandi dan membersihkan diri.  Untuk biaya pengarungan adalah Rp 40.000 per orang dengan perlengkapan keselamatan pelampung, helm, pelindung siku, dan pelindung lutut serta pengantaran dan penjemputan kembali ke titik awal. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar