Senin, 18 April 2016

Kampung Batik Trusmi dan Multi Dimensi Shell Craft

Berburu Batik dan Kerajinan Kerang Cirebon

Kota Cirebon dikenal sebagai penghasil kerajinan batik dan kerang. Jika berkunjung ke sini, Anda harus mampir ke Kampung Batik Trusmi dan Multi Dimensi Shell Craft.



KAMPUNG Batik Trusmi menjadi salah satu tujuan utama para wisatawan saat berkunjung ke Cirebon. Untuk bisa sampai ke sini, Anda harus menempuh perjalanan 4 kilometer dari pusat kota Cirebon, menuju arah barat atau jalan menuju kota Bandung. Trusmi sendiri sebenarnya merupakan nama sebuah kampung, bagian dari kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon. Dan, Trusmi diambil dari nama seorang tokoh Islam yang konon merupakan  murid setia dari Sunan Gunung Jati, yaitu Ki Gede Trusmi. Beliau menyebarkan Islam sekaligus mengajarkan cara membatik kepada penduduk setempat. Keterampilan membatik yang diperoleh dari Ki Gede Trusmi tersebut kemudian menjadi warisan dari generasi ke generasi. Tak heran jika di sini, terdapat sekitar 3000 pengrajin batik.



Memasuki kawasan Kampung Batik Trusmi, Anda akan disambut oleh pintu gerbang bertuliskan ''Wisata Kampung Batik''. Di sebelah kiri dan kanan sepanjang jalan Syekh Datu Kahfi, jalan Buyut Trusmi, sampai dengan jalan Panembahan, berbagai papan nama showroom tampak berjejer menghiasi setiap bangunan yang ada di tepi jalan. Selain toko-toko, banyak rumah penduduk yang disulap menjadi showroom penjualan batik. Toko-toko tersebut terlihat bersih dan sangat terawat. Saat akan memasuki showroom, biasanya ada tulisan yang meminta pengunjung untuk melepas sepatu atau sandal saat akan masuk. Maklum, karena kebanyakan pemilik gerai menyediakan tempat lesehan berkarpet,  di mana para pengunjung bisa leluasa menggelar batik agar bisa melihat motifnya secara jelas. Mereka juga menyediakan air minum dan makanan kecil, gratis bagi pengunjung. Ya, warga  Desa Trusmi memang cukup ramah dan baik, karena sudah terbiasa menerima wisatawan.



Di Kampung Batik Trusmi, Anda bisa berbelanja batik berupa kain atau busana jadi, motif khas Cirebonan, seperti Mega Mendung, Ayam Alas, Sawat Penganten, Katewono, Gunung Giwur, Simbar Menjangan, Simbar Kendo, Paksinaga Liman, Patran Keris, Patran Kangkung, Singa Payung, Singa Barong, Banjar Balong, dan lain-lain. Harga batik cap relatif murah, berkisar Rp 30 ribu-100 ribu, sementara batik tulis dipatok dari harga Rp 60 ribu hingga jutaan rupiah.
Jika tak naik mobil pribadi, Anda bisa naik becak berkeliling Kampung Batik Trusmi. Biasanya tukang becak akan mengajak Anda mampir ke Batik Gunung Jati yang konon tertua di Kampung tersebut. Anda juga akan diajak mengunjungi  pusat kerajinan batik Lebet Sibu, di jalan Panembahan yang memiliki ciri khas berupa batik yang dilukis di atas kain tenun.  Di dua tempat ini, Anda diperbolehkan melihat proses pembuatan batik.


Namun jika Anda tak punya banyak waktu mendatangi showroom atau rumah batik satu per satu, Anda bisa langsung datang ke Pusat Grosir Batik Trusmi yang  merupakan department store yang menjual produk sandang khusus batik motif Cirebonan. Selain itu, pusat grosir juga menjual oleh-oleh khas seperti kerupuk mlarat, kerupuk udang, kecap meja, sirup tjampolay, serta kerajinan tangan. Dan di samping gedung pusat grosir, terdapat area wisata kuliner yang menawarkan sensasi makanan khas, seperti tahu gejrot, ataupun empal gentong.

Berkunjung ke Rumah Kerang

Selain batik, Cirebon juga dikenal dengan kerajinan kerangnya yang unik. Anda bisa mengunjungi Multi Dimensi Shell Craft yang berada di Desa Astapada, seberang fly over tol, Kecamatan Tengah Tani, Cirebon Barat.
Begitu masuk ke ruangan pamer Multi Dimensi, Anda akan dibuat kagum. Di berbagai sudut ruangan terlihat gemerlapan dari cahaya lampu yang memantul ke benda-benda yang terbuat dari kulit kerang.
Beragam furniture dan interior hasil olahan  dari limbah kulit kerang jenis simping kerang dara, kerang ijoan, keong emas, dan abalone, seperti lampu hias, bingkai foto, cermin, pajangan, lampu gantung, bunga imitasi, wallpaper, table ware, peralatan makan, aksesori perempuan,  guci, tempat tidur, bedug raksasa hingga patung manusia, terlihat unik. Aneka kerajinan yang  memancarkan warna alami seperti silver bening, dan warna keemasan tersebut ditawarkan mulai dari Rp 5.000 hingga termahal yang pernah dipesan seharga Rp 23 juta berupa lampu hias berukuran 1/2 x 6 meter. Satu buah piring besar dihargai Rp 30.000 - Rp 50.000, kalung dan gelang sekitar Rp 100.000. Sementara, tempat lilin hanya Rp 10.000, pas untuk oleh-oleh. Untuk furniture, umumnya harus dipesan dahulu. Kualitas produk kerajinan kerang di sini tidak diragukan. Bahkan, hasilnya sudah diekspor ke Amerika dan Eropa. Hasil kerajinan kerang ini sekarang banyak diimpor ke luar negeri, seperti Jepang, Spanyol, Timur Tengah, Uni Emirat Arab, Eropa, dengan Amerika sebagai negara terbesar yang mengimpor kerajinan kerang dari Cirebon ini. 
Dijamin, Anda tak akan bosan mengelilingi setiap sudut ruang Multi Dimensi Shell Craft. Pemandangan yang memikat mata membuat para pengunjung bisa menyalurkan hasrat narsis untuk berfoto-foto dengan latar belakang aneka benda kerajinan yang unik. Jika Anda penasaran dengan proses produksi kerajinan kerang ini, sang pemilik, Nur Handiah Jaime Taguba, mengizinkan pengunjung untuk melihat-lihat workshop yang lokasinya di belakang showroom.



Jumat, 15 April 2016

Tips Berwisata Ke Gili Trawangan

Tips Berwisata ke Gili Trawangan 



* Transportasi

Cara mudah untuk mencapai Gili Trawangan adalah dengan menaiki speedboat dari Bali. Anda bisa berangkat dari Tanjung Benoa, Padang Bai, Sanur, atau Pulau Serangan. Jika Anda ingin berhemat, Anda harus lewat Pelabuhan Bangsal, Lombok. Dari Pelabuhan Bangsal, Anda bisa melanjutkan perjalanan ke Gili Trawangan dengan naik public boat dengan biaya Rp15 ribu per orang dan lama perjalanan sekitar 30 menit. Kapal paling pertama berangkat pukul 08.00 dan paling terakhir pukul 17.00 WITA. Jadwal kapal ini dapat berubah tergantung kondisi cuaca.




Jika Anda tidak berencana menginap di Gili Trawangan, disarankan agar Anda berangkat ke Gili Trawangan pada pagi hari dan kembali ke Lombok pada sore hari sebelum pukul 17 WITA.


* Akomodasi

Terdapat banyak pilihan akomodasi di Gili Trawangan, mulai dari homestay seharga Rp100.000 per malam hingga resort jutaan rupiah. Namun homestay atau jenis penginapan murah tidak bisa dipesan secara online. Anda harus datang dan memesan langsung di sana. Jika waktu liburan Anda bertepatan dengan waktu liburan penginapan jenis ini akan penuh. Jika Anda memiliki budget yang lebih, disarankan agar Anda memesan penginapan pada hotel berbintang lima. Karena Anda akan mendapatkan fasilitas perahu motor yang akan menjemput dan mengantar Anda  ke Gili Trawangan. Jika Anda ingin menginap di penginapan yang harganya terjangkau, perstikan Anda menanyakan pada pihak penginapan apakah mereka menggunakan air tawar untuk keperluan kamar mandi. Karena beberapa penginapan menggunakan air laut untuk keperluan tersebut.


* Aktivitas

Aktivitas utama di Gili Trawangan adalah snorkeling atau diving. Namun, jika Anda tidak suka keduanya, Anda bisa berjalan kaki menjelajahi pulau sambil menikmati keindahan pantai dan lautnya, berkeliling naik cidomo (alat transportasi lokal mirip dokar atau delman) atau sekadar bersantai di pinggir pantai sambil membaca buku dan menikmati sunrise serta sunset yang sangat indah. Kendaraan bermotor tidak boleh beroperasi sehingga udaranya tergolong nyaman. Jika Anda ingin snorkeling, banyak operator tur lokal yang dapat menyediakannya. Anda bisa dengan mudah menemuinya di sepanjang pantai utama. Sementara, tarif yang dikenakan pun tergolong cukup bervariasi, mulai dari Rp150.000 untuk durasi 3 jam, termasuk makan siang dan kapal. Selain itu, Anda juga bisa mengunjungi Taman Konservasi Penyu.






* Kuliner dan Fasilitas Umum

Masih merupakan bagian dari Lombok, kuliner di Gili Trawangan pun tak jauh berbeda, yaitu Ayam Taliwang dan Plecing Kangkung. Anda akan menemukan warung makan kecil hingga kafe dan restoran. Untuk menemui warung makan kecil dengan harga murah, Anda harus masuk ke dalam gang-gang, sementara kafe dan restoran dengan mudah ditemui di pinggir pantai.Salah satu warung kecil yang cukup terkenal adalah warung milik Bu Dewi yang terletak di dalam gang di dekat pelabuhan. Selain itu, ada pula penyewaan sepeda. Jika Anda merasa biaya keliling naik cidomo terlalu mahal sekitar Rp150.000 per sekali keliling dengan kapasitas penumpang hingga 6 orang, sewa sepeda hanya berkisar antara Rp50.000—75.000 per hari.








Kamis, 14 April 2016

Gili Trawangan


Gili Trawangan
Damai Dalam Keriuhan



KEBERADAAN pulau Lombok dikelilingi oleh pulau-pulau lebih kecil yang dinamakan gili.  Ada tiga gili terkenal yang paling banyak dikunjungi wisatawan mancanegara dan domestik, yaitu Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air, yang masing-masing memiliki keistimewaan. Jika Anda tak sempat mengunjungi ketiganya,  pilih satu gili yang paling populer, yaitu Gili Trawangan. Lokasinya berada di sebelah barat laut pulau Lombok. Pulau kecil ini memiliki luas kurang lebih 340 hektar dengan bentangan sekitar 3 km dari utara ke selatan, dan sekitar 2 km dari barat ke timur. Berdasarkan survei  dari salah satu situs perjalanan terbesar di dunia, Gili Trawangan merupakan pulau wisata paling terjangkau dari segi biaya pengeluaran per harinya (seperti biaya penginapan, makanan, layanan pijat, dan lain-lain), dibandingkan dengan pulau wisata lain yang ada di Asia Tenggara, bahkan pulau Bali sekalipun.


            Untuk mencapai Gili Trawangan dari Mataram, Anda harus menuju pelabuhan Bangsal di Lombok Utara,  yang bisa Anda tempuh dengan bermobil selama 2 jam perjalanan. Jalan menuju pelabuhan Bangsal cukup mulus dan di sepanjang perjalanan, Anda akan menjumpai pemandangan alam yang indah. Meskipun jalan berkelok-kelok menanjak dan menurun, Anda tak akan bosan melihat view berupa pohon-pohon besar yang rimbun dengan bebukitan yang menghijau serta monyet-monyet hutan yang berlarian di pinggir jalan. Jika ingin pemandangan yang lebih indah, Anda bisa lewat jalur Senggigi dan Malimbu  yang  tembus ke pelabuhan Bangsal.




            Sampai di pelabuhan Bangsal, Anda harus membeli tiket public boat seharga Rp 20 ribu/orang untuk menyeberang ke Gili Trawangan. Public boat merupakan transportasi umum sehingga Anda akan menjumpai warga setempat termasuk pedagang yang membawa dagangan seperti sayuran, ikan dan barang lainnya, menggunakan boat ini sebagai alat penyeberangan. Namun, tak ada yang perlu dipermasalahkan, justru di sinilah seninya, bisa berbaur, melihat dan merasakan kehidupan masyarakat  Lombok. Satu public boat mampu menampung penumpang hingga 30 orang. Banyak turis asing yang ikut menyeberang menggunakan public boat ini. Perjalanan dari pelabuhan Bangsal menuju Gili Trawangan ditempuh dalam waktu 30 menit. Namun jika ingin lebih cepat sampai, Anda bisa memilih speed boat dengan waktu tempuh kurang lebih 10 menit.









Eksotis, Lengkap

            Menginjakkan kaki di Gili Trawangan, Anda akan disuguhi pemandangan yang menakjubkan. Tulisan ‘’Trawangan’’ dengan huruf warna warni  berukuran besar menyambut para wisatawan. Melangkah masuk ke dalam pulau, Anda akan menemukan kehidupan ala Hawaii atau Miami Beach. Karena terkenal di kalangan turis mancanegara, tak heran jika di sini terdapat fasilitas-fasilitas berstandar internasional.
            Pulau yang juga lazim disebut "Gili T" oleh para turis ini memiliki eksotisme alam yang begitu lengkap, air laut yang jernih, pantai berpasir putih, deretan pohon cemara, akasia, kelapa dan rumah-rumah jerami bentuk adat Sasak yang sengaja diperuntukkan sebagai hotel di sepanjang pantai. Ada pula  jajaran tempat duduk berbentuk bale-bale untuk wisatawan berjemur  yang membuat mereka enggan meninggalkan pantai. Juga terdapat  restoran dan kafe romantis di pinggir pantai.  Sejauh mata memandang ke arah laut, Anda akan melihat lukisan alam perpaduan langit biru, air laut berwarna pirus berkilau, dan garis pantai berpasir putih tanpa batas. 





           




 Gili Trawangan memiliki pantai yang menghadap ke barat maupun timur yang memiliki pesona yang berbeda di setiap sisinya. Terserah Anda memilih bagian yang mana. Pantai yang berada di timur lebih ramai oleh wisatawan dan penduduk lokal karena dekat dengan dermaga dan merupakan pusat aktivitas ekonomi di pulau tersebut. Sedangkan di sisi bagian Barat, Anda akan menemui pantai yang cukup sunyi dan tenang. Hanya saja pasir di bagian Barat agak sedikit kasar dibandingkan pantai bagian Timur.  Di sini, Anda bisa mengeksplorasi keindahan laut. Pulau ini adalah tempat sempurna untuk melakukan scuba diving, snorkeling, kayaking, berselancar, bahkan free diving.  Setelah lelah berpetualang di laut, Anda bisa duduk-duduk menikmati pemandangan sambil menatap senja yang mulai turun. Sunset di Gili Trawangan memang tidak ada duanya.




            Malam hari juga merupakan saat yang menyenangkan  ketika berada di Gili Trawangan. Di sini memang terkenal dengan beach party-nya yang berlangsung sepanjang malam dan diadakan beberapa kali dalam seminggu. Pesta pantai di sini memiliki tema yang berbeda-beda. Jadi, jika anda mengunjungi Gili Trawangan selama beberapa hari, ikut berpesta setiap malamnya tak akan menjenuhkan. Selalu ada yang spesial di setiap pesta pantai yang diadakan di sini. Bahkan penduduk dan turis dari gili tetanggapun tak sedikit yang datang untuk menikmati pesta pantai. Keindahan Gili Trawangan saat malam hari semakin nyata  terasa.










Ukuran pulau yang kecil  membuat suasana terasa lebih intim, sehingga para wisatawan yang sedang berlibur pun merasa dekat satu sama lain. Tidak aneh, dalam sehari kita bisa berpapasan dengan orang yang sama sampai tiga kali.




            Selain pemandangan yang memukau, Anda akan merasakan udara bersih di sini. Di Gili Trawangan, dan juga di gili lainnya, kendaraan bermotor dilarang beroperasi. Jika Anda ingin menjelajahi pulau, ada tiga alternatif pilihan, berjalan kaki, menyewa sepeda atau naik cidomo, delman sederhana yang ditarik seekor kuda.  Tarif sewa Cidomo Rp 150.000 untuk 3 orang.




Jika ingin bermalam di Gili Trawangan tersedia  banyak hotel dan penginapan mulai dari kelas melati, hotel bernbintang, villa serta bungalow. Jika ingin menginap jangan pesan hotel secara mendadak karena tingginya minat wisatawan ke lokasi ini, jangan heran bila hotel dan penginapan di sini terisi penuh. Jika ingin menginap di pulau ini harus melakukan reservasi jauh hari. Meski pulau tersebut terbilang kecil, namun hampir setiap hotelnya memiliki kolam berenang dengan konsep minimalis.

Lepas Alas Kaki

            Saat berada di Gili Trawangan, jangan tanggung untuk mengeksplorasi tempat indah ini, copot sandal atau sepatu, berjalanlah di atas pasir putih dan kerikil-kerikil pantai.  Banyak wisatawan yang berlanjang kaki saat menjelajah pantai dan pasir putih mengitari setiap sudut pulau ini. Tak heran jika di sini ada dua “pohon sandal” yang berjejeran, seolah menjadi imbauan untuk melepas alas kaki di sini. Lokasi pohon sandal ada di tepi barat Gili dekat dengan Hotel Voodoo. Pohon ini dipenuhi macam sandal.
            Tak jauh dari ‘’pohon sandal’’,  Anda akan menemukan spot “Five Elements”. Sebuah spot yang didesain dengan meletakkan kayu-kayu tua yang tergeletak begitu saja di spot kosong pantai, juga kursi-kursi persinggahan yang diperuntukkan bagi wisatawan beristirahat dan menikmati keindahan dari spot ini. Laut yang dangkal membuat terumbu karang serta ikan-ikan  berenang tampak jelas dari sini. Perlu anda tahu, five elements ini sendiri merupakan sebuah konsep ether, yakni kesunyian dalam keramaian. Konsep ini menjelaskan bahwa kehidupan manusia terdiri dari lima elemen kehidupan, yakni air, api, tanah, udara dan ether (ide atau kekosongan). Kekosongan itulah yang menjadi tema utama yang hendak dihadirkan pada spot ini.  Di Gili Trawangan, Anda bisa menemukan dua suasana sekaligus : kedamaian sekaligus keriuhan dan ingar bingar.

            Dari spot five elements teruslah bergerak menelusuri jalan. Anda akan menemukan restoran, kafe, dan lokasi-lokasi bisnis didesain dengan berbagai dekorasi unik di sepanjang jalan. Satu lagi tempat yang tak boleh Anda lewatkan adalah konservasi kura-kura. Anda dapat mengunjungi tempat konservasi kura-kura yang terletak di dekat pelabuhan Gili Trawangan. Ada waktu tertentu dilaksanakan upacara adat untuk melepaskan kura-kura tersebut ke laut bebas. Jika beruntung Anda dapat melihatnya langsung. 

Senin, 28 Maret 2016

8 Kuliner Khas Lombok


8 Kuliner Khas Lombok Wajib Dicoba


Ayam Taliwang

Masakan ayam taliwang berasal dari nama kampung (karang) di Lombok yaitu Karang Taliwang, kecamatan Cakranegara, Mataram. Dalam penyajiannya, ayam taliwang biasanya dimasak dengan beberapa pilihan yakni digoreng, dipanggang atau dibakar. Para penjual ayam taliwang di Lombok biasanya memasak menggunakan kayu bakar dengan kualitas kelas satu seperti kayu kopi atau kayu nangka. Kayu jenis ini memberikan aroma lebih enak dan nyala api yang lebih lama. Untuk ayam taliwang yang digoreng, mereka menggunakan minyak kelapa asli dalam jumlah banyak dengan api besar. Kelezatan ayam taliwang terletak pada bumbunya yang super pedas. Dua jenis bumbu yang digunakan untuk hidangan ini adalah “pelecingan” dan “pelalah”. Pelecingan adalah bumbu yang agak pedas dibuat dari cabai merah dan cabai rawit. garam, terasi dan kemiri. Sedangkan pelalah menggunakan santan dan sedikit terasi, digoreng bersama ayam yang sudah dipotong. Bumbu ini rasanya tidak terlalu pedas. Ayam yang baru beranjak dewasa atau yang baru dipisah dengan induknya pada usia tiga atau empat bulan yang paling pas untuk dimasak. Ayam yang masih muda akan terasa lebih manis tanpa menambahkan gula ke dalam masakan, atau tanpa proses macam-macam untuk menjadikannya empuk.



·         Plecing Kangkung

Plecing kangkung terdiri dari kangkung yang direbus dan disajikan dalam keadaan dingin dan segar ditambah sambal tomat. Sambal tomatnya dibuat dari racikan cabai rawit, garam, terasi, dan tomat. Plecing kangkung dihidangkan dengan tambahan sayuran seperti tauge, kacang panjang, kacang tanah goreng ataupun urap. Kangkung yang digunakan untuk memasak plecing ini sangat khas. Tidak seperti tanaman kangkung yang biasa tumbuh di pulau Jawa, kangkung khas Lombok berupa kangkung air yang biasanya ditanam di sungai yang mengalir dengan metode tertentu sehingga menghasilkan kangkung dengan batang yang besar dan renyah. Kangkung di daerah ini memang sangat terkenal, teksturnya lembut sehingga tidak terasa alot walaupun dimakan hingga ke batangnya. Selain kangkungnya yang khas, sambal plecing yang menghadirkan rasa enak dikarenakan memakai terasi Lengkare yang rasanya lebih gurih dan manis. Plecing kangkung sendiri biasanya disajikan dengan bentuk lingkaran. Dimulai dengan lingkaran besar kemudian di atas ada lingkaran yang lebih kecil seterusnya mengerucut hingga ke atas. Tujuan penyajian seperti ini agar bahan sayur dan sambal bisa terlihat semua dari atas. Susunannya, kangkung di lingkaran paling besar, kemudian di atasnya ada tauge, kemudian kacang goreng, dan yang terakhir diletakkan sambal plecing menutupi kacang tanah. Kacang tanah goreng ini fungsinya untuk menetralisir pedas dan penyeimbang rasa antara kangkung dan tauge yang mempunyai banyak serat.



Beberuk Terung

Beberuk adalah lalapan khas Lombok,  bahan dasarnya berupa irisan terung dan kacang panjang yang disiram sambal tomat. Jenis terung yang dipakai untuk beberuk adalah terung gelatik yang mempunyai tekstur renyah dan rasa langu tetapi tidak getir atau sepet. Terung dan tomat dipotong kemudian dicampur dengan bumbu halus yang terdiri dari cabai merah keriting, cabai rawit, bawang putih, bawang merah, kencur, terasi bakar, gula pasir dan garam dengan minyak jelantah atau minyak goreng.  Beberuk ini menghasilkan rasa manis, pedas, asam dan segar.


Ares
Ares adalah sayuran khas Lombok yang bahan utamanya berasal dari pelepah atau gedebok pisang yang masih muda. Rasa hidangan yang diolah dengan santan ini cukup unik, manis dan gurih. Cara pembuatan ares dengan cara mengupas batang pisang hingga menyisakan sedikit bagian dalamnya. Pohon pisang yang dipakai adalah batang yang belum memiliki bunga. Bagian inilah yang diiris tipis diberi garam, diremas-remas dan dicuci hingga bersih sebelum akhirnya diolah. Bumbu yang digunakan mirip  untuk masakan kare yakni ketumbar, jintan, lengkuas, bawang putih, bawang merah, jahe, kemiri dan kunyit. Bumbu tersebut dimasak dengan pelepah pisang yang sudah dipotong-potong ditambah garam dan gula secukupnya. Sayur ares juga bisa ditambahkan dengan daging. Ares yang merupakan makanan tradisional Suku Sasak ini pada awalnya hanya disajikan saat acara begawe yakni acara makan-makan setelah berlangsungnya pernikahan.


Sate Bulayak
Inilah makanan khas Lombok lainnya selain ayam taliwang dan plecing kangkung. Sate ini terbuat dari daging sapi yang dilumuri dengan bumbu khas Lombok disajikan dengan  bulayak, sejenis lontong yang dibungkus dengan daun aren atau daun enau dengan bentuk memanjang seperti spiral, sehingga untuk membukanya harus dengan gerakan memutar. Dalam bahasa Sasak, “bulayak” memang berarti “lontong”.  Bagi beberapa orang, rasa bulayak jauh lebih lembut dan gurih dibanding lontong maupun ketupat. Bumbu sate terbuat dari kacang tanah yang disangrai dan ditumbuk, lalu direbus dengan santan dalam jumlah banyak. Setelah itu dicampur dengan bumbu-bumbu lain seperti bawang, ketumbar, jintan dan cabai. Sate yang sudah dilumuri bumbu kemudian dibakar di atas arang batok kelapa.  Setelah matang, sate dikucuri air jeruk nipis dan ditaruh sambal. Racikan bumbu sate bulayak yang sarat dengan cabai inilah yang membuat rasa sate tidak hanya gurih namun juga super pedas, seperti citarasa makanan khas lombok lainnya. Bagi Anda yang tidak biasa makan makanan pedas ada baiknya untuk tidak makan sambalnya terlalu banyak. Cara menghidangkan sate bulayak juga unik. Penjual biasanya tidak menyediakan garpu maupun sendok sehingga Anda harus menikmati sate ini dengan cara menusuk bulayak dengan tusuk sate kemudian menyocolkannya pada bumbu  yang sudah disediakan. Semula penjual sate bulayak hanya bisa ditemui di Kecamatan Narmada Lombok Barat, namun kini sudah merambah ke berbagai tempat, khususnya di objek-objek wisata seperti di halaman Pura Lingsar,  Taman Narmada, Taman Suranadi, Makam Loang Baloq hingga di beberapa sudut Pantai Senggigi serta di Jalan Udayana. Seporsi Sate Bulayak terdiri atas satu piring sate yang berisi 10 tusuk dan 5 hingga 6 potong bulayak dengan harga Rp. 12 ribu.



 Sate Rembiga

Selain sate bulayak, Lombok masih punya sate yang juga tak kalah enak dan khas, yakni sate rembiga. Dinamakan “rembiga” karena berasal dari nama sebuah desa Rembiga yang berada di dekat bekas bandara Selaparang. Sate yang berbahan utama sapi ini rasanya sangat lezat, perpaduan antara gurih, manis dan pedas. Bahan yang dibutuhkan untuk membuat sate Rembiga ini sangatlah sederhana dan mudah untuk dicari yaitu cabe rawit, terasi, bawang putih, garam, gula dan tentu saja daging sapi. Daging sate khas Rembiga ini dipotong kecil-kecil. Sebelum dimasak, dagingnya direndam dengan bumbu hingga 3 jam supaya meresap. Dengan komposisi yang pas dan kombinasi rasa yang seimbang, akan menghasilkan rasa sate yang enak walaupun racikan bumbunya sangat sederhana. Daging sapi walaupun membutuhkan waktu yang lama agar empuk, namun memiliki rasa yang enak jika tepat cara pengolahannya. Para penikmat Sate Rembiga mengakui bahwa daging sate ini tidak alot. Rasanya yang pedas plus kucuran jeruk nipis membuat rasa sate ini menjadi sangat gurih.
Sejarah sate rembiga ternyata sudah dimulai sejak zaman kerajaan. Adalah seorang keluarga Raja Pejanggik yang tinggal di Rembiga dan sangat ahli membuat sate. Secara turun temurun keahlian itu diajarkan ke generasi penerusnya hingga sekarang. Kini keahlian meracik sate rembiga tidak hanya masalah keahlian yang turun temurun namun sudah menjadi usaha yang mengangkat perekonomian warga Rembiga dan Mataram. Tak heran jika tidak hanya di Rembiga Anda bisa membeli sate ini. Namun seolah rasa tidak pernah bohong, sate rembiga yang dijual di Rembiga tetap menawarkan rasa yang paling enak dibandingkan dengan sate sejenis di tempat lain.Memang akan lebih afdol jika Anda menikmati Sate rembiga di warung di mana sate ini pertama dikenalkan, yaitu Warung Rembiga di Jalan Dakota Nomor 2 Rembiga Mataram yang sudah berdiri sejak 25 tahun lalu.




Sate Tanjung

Sate tanjung bahan utamanya ikan cakalang atau ikan langoan. Jika cakalang sedang jarang dijumpai di pasaran, maka ikan langoan-lah yang dipakai. Selain cakalang dan langoan, ada ikan marlin yang biasanya dipakai sebagai bahan untuk sate tanjung.  Fillet ikan diiris kecil-kecil, dibasahi dan diberikan bumbu  yang dihaluskan terdiri dari cabai rawit, kunyit, jahe, lengkuas, kemiri, garam, dan cuka. Setelah bumbu dan daging ikan siap, tambahkan santan kelapa kental. Tiga bahan itu diaduk hingga menjadi tepung. Jika sudah, adonan dijadikan tusukan dalam sebilah bambu. Setiap tusuk berisi 5 biji. Setelah itu, dipanggang di atas bara api batok kelapa. Supaya harum, jangan lupa diberi perasan daun jeruk nipis. Sate tanjung sangat nikmat dimakan pada saat masih panas sebagai teman lontong atau nasi. Rasa gurih dari daging dan santan serta pedas dari rempah-rempah sangat terasa. Campuran rempah-rempah dan ikan yang dibakar ini membuat badan akan terasa bugar, hangat dan berkeringat. Anda bisa membeli sate ini di pinggir jalan sekitar pasar Tanjung atau sekitar Terminal Tanjung. Harga per tusuknya Rp. 500 atau jika ingin memesan satu porsi, Anda hanya perlu merogoh kocek Rp. 10 ribu. Rata-rata penjual sate tanjung ini akan mangkal sejak pukul 14.00 hingga 21.00 waktu setempat.



Nasi Balap Puyung

Secara tampilan, menu nasi balap puyung ini tidak terlalu istimewa. Hanya berisi suwiran daging ayam yang diolah bersama cabai, kacang kedelai, taburan udang kering, abon serta belut goreng. Kekuatan makanan ini ada pada rasa pedas bumbunya yang sederhana. Sedangkan bumbu ayamnya terdiri dari cabai, bawang putih dan terasi. Untuk perbandingan, jika kita memasak 10 kg ayam, komposisi cabainya sekitar 1 kg dan sedikit bawang putih serta terasi.
Di Lombok, Nasi Balap Puyung Cap Inaq Esun yang paling terkenal. Berada di Desa Puyung, Lombok Tengah, warga sekitar menyebutnya sebagai makanan cepat saji. Untuk menjangkau tempat ini Anda harus masuk gang-gang kecil yang gelap dan jauh.  Memulai usahanya sejak tahun 70-an, tak heran jika tempat makan ini menjadi tujuan wisatawan domestik dan luar negeri. Kini, rumah makan yang hanya mempunyai 2 cabang yakni di bilangan Plaza Senggigi, Lombok Barat dan Jalan Sriwijaya Mataram ini dikelola oleh Hj. Syarifa yang merupakan anak dari Inaq Esun. Rata-rata setiap harinya terjual 600 hingga 700 bungkus nasi dengan harga bervariasi dari Rp. 7 ribu hingga Rp. 10 ribu. Jika malam semakin larut, tempat makan ini semakin ramai pembeli.  Keistimewaan nasi milik Inaq Esun ini adalah karena tidak memakai bahan pengawet alias bahan-bahannya alami dan diproses dengan bumbu tradisional khas Sasak. Selain pedas, sajian nasi balap puyung ini juga gurih. Terasa saat Anda mengunyah campuran suwir ayam dan kacang kedelai goreng. Paduan pedas dan gurih inilah yang membuat pembeli ketagihan. Pada awalnya, nasi super pedas ini bernama “nasi balap”  saja. Dinamakan nasi balap karena konon makanan ini hanya disajikan di pelabuhan dan terminal saja. Karena dijual di tempat itu, maka penjajanya selalu terburu-buru melayani pembeli karena berlomba dengan laju bus dan kapal yang akan berangkat. Ada juga yang mengatakan bahwa Inaq Esun pertama menjual makanan khas ini di Pasar Kebon Roek, Mataram dengan sistem barter. Yaitu menukar masakannya dengan kebutuhan lainnya. Barulah sejak tahun 90-an diberi nama nasi balap puyung karena salah satu cucu Inaq Esun yang merupakan pembalap lokal sering memenangi perlombaan. Setiap usai perlombaan balapan dan menang, ia selalu mengajak teman-temannya untuk makan di warung kecil milik neneknya yang berada di Desa Puyung itu. Sehingga tercetuslah nama “nasi balap puyung”. Dalam perkembangannya, kini banyak sekali rumah makan di Lombok yang menggunakan titel “balap puyung”  atau “nasi puyung”.






Menikmati Ayam Taliwang dan Plecing Kangkung di Taliwang Irama


Menikmati Kelezatan Ayam ‘’Muda dan Liar’’ Taliwang

            Setiap daerah pasti memiliki masakan dan menu khas. Sehingga berwisata kuliner saat mengunjungi satu daerah akan menjadi bagian dari keseluruhan wisata yang dilakukan. Saat berkunjung ke Lombok, Anda wajib mencicipi dua menu populer di sana, yaitu ayam taliwang dan plecing kangkung dengan cita rasa aslinya. Dua menu ini sebenarnya juga dijual di berbagai kota di Indonesia. Namun, merasakan dua menu ini langsung dari daerah asalnya tentu membawa pengalaman tersendiri.
            Sebagai makanan khas Lombok, ayam taliwang menyimpan sejarah panjang. Masakan ini pertama kali diperkenalkan oleh juru masak Sultan Sumbawa yang ditempatkan di Lombok pada zaman Raja Karangasem. Masakan ayam taliwang menjadi terkenal berkat mendiang Papuq Maknawiyah seorang penjual nasi ayam dari kampung (karang) Taliwang Lombok. Papuq atau dalam bahasa Lombok artinya nenek berjualan di pasar Cakranegara hingga akhirnya berpindah jualan di rumah seiring bertambahnya usia. Setelah tiada, racikan bumbu ayam taliwang dilestarikan melalui Rumah Makan Ayam Taliwang di kompleks pertokoan Cakranegara milik Muhibin Murad yang tak lain adalah saudara jauh Maknawiyah.  Rumah makan yang ada sejak tahun 1966 itu menjadi satu-satunya warung ayam taliwang saat itu.
            Kini, rumah makan ayam taliwang sudah menjamur di Lombok, baik penjual kaki lima, warung biasa hingga restoran. Beberapa di antaranya adalah penjual ayam taliwang keturunan Muhibin Murad dan juga warga Karang Taliwang. Racikan bumbu juru masak dari Karang Taliwang yang sudah puluhan tahun meracik ayam taliwang inilah yang diyakini mempunyai rasa paling enak. Tak heran jika kemudian rumah-rumah makan lainnya juga memesan bumbu dari Karang Taliwang.
            Dari beberapa resto yang menjual menu ayam taliwang, salah satu yang terkenal adalah Restoran Lesehan Ayam Bakar Taliwang Irama di jalan Ade Irma Suryani No.10 Cakranegara, Mataram. Rumah makan ini menyediakan ayam taliwang bakar dan goreng, plecing kangkung dan beberapa menu khas Lombok lainnya. Jika Anda berkunjung ke sini saat makan siang, mulai pukul 12.00 WITA, bisa dipastikan Anda tak akan kebagian tempat duduk. Pada jam-jam makan siang, pengunjung di warung ini membludak. Pengunjung resto ini sebagian besar adalah para wisatawan yang penasaran dengan citarasa asli makanan khas Lombok.


            






Rumah makan ini memiliki 2 area tempat makan, yaitu area indoor dan outdoor berupa saung-saung lesehan yang berada di taman yang cukup asri. Setelah memilih tempat duduk, Anda bisa langsung memesan makanan. Khusus untuk ayam taliwang, tersedia beberapa varian, seperti ayam bakar sedang, ayam bakar pedas, ayam bakar madu pedas, ayam goreng dan ayam pelecingan goreng, yang semuanya satu harga Rp 45 ribu. Pilihan lain bisa berupa ikan dengan bumbu taliwang. Ada juga sop bebalung taliwang seharga Rp 40 ribu. Sedang untuk sayur ada pelecing kangkung dan sambal terung bakar seharga Rp 7500,-. Jika pengunjung ramai, Anda harus sabar menunggu pesanan datang, lamanya kurang lebih 20 menit.


            Di Lombok, masakan ayam taliwang selalu disajikan dalam ukuran ekor, bukan potong. Selain itu, yang menjadi penanda paling khas adalah bahan olahan berupa ayam kampung liar berusia 4-5 bulan. Pemilihan ayam muda dan liar untuk menjaga kualitas rasa. Ayam muda memberi rasa manis pada daging dan liar akan menghasilkan tekstur daging yang sedikit kenyal. Paduan ayam bercitarasa manis dan kenyal, apabila diberi bumbu pelalah yang pedas, akan menghadirkan rasa yang menggigit. Karena ayam yang dimasak berusia muda, membuat ukuran ayam taliwang tak lebih besar dari kepalan orang dewasa.


         
Selain bahan baku ayam pilihan, citarasa khas masakan ini juga didapat dari bumbu pelalah. Bumbu ini diracik dari bahan-bahan seperti kemiri, cabai kering, terasi, bawang putih, dan santan. Minyak dalam bumbu setengah cair ini berasal dari kemiri dan santan. Saat bersantap, daging ayam bisa dicolekkan pada bumbu atau seluruh bumbu dilumurkan pada ayam. Tentu sensasinya berbeda, tergantung selera, mau langsung terasa pedasnya atau merasakan rasa pedas manis secara bertahap. Sebagai teman bersantap, ayam taliwang cocok disandingkan dengan menu lain seperti tahu Lombok, plecing kangkung dan beberuk

.

            Menu plecing kangkung juga memiliki citarasa yang khas karena dibuat dari kangkung lombok yang memiliki sulur-sulur yang panjang dengan batang berukuran besar. Meski memiliki rongga besar pada batangnya, kangkung ini memiliki tekstur lembut dengan daun yang cukup lebar.  Selain plecing kangkung, Anda bisa menambah menu lain sebagai teman ayam taliwang, yaitu beberuq yang mirip lalapan di Sunda dan Jawa. Bedanya, selain sayuran, kacang panjang mentah, dan mentimun, beberuq dilengkapi dengan terung ungu bulat mentah. Setelah dicolekkan pada sambal terasi, beberuq memberi sensasi rasa renyah yang natural.


            Tak hanya makan di tempat, jika Anda ingin memesan menu dan membawanya pulang atau menjadikannya oleh-oleh, Restoran Ayam Taliwang Irama sudah terbiasa dengan melayani permintaan untuk take away. Restoran ini akan menyiapkan makanan yang bakal Anda bawa pulang dalam kemasan yang rapi serta mudah dibawa. Oh iya, sebelum beranjak dari restoran ini, Anda bisa mampir sebentar untuk membeli aneka aksesori mutiara air tawar khas Lombok dari ibu-ibu yang menjajakan dagangannya di depan restoran ini.