Jumat, 26 Juni 2015

Menelusuri Kampung Budaya Shenzhen


Menelusuri Kampung Budaya Shenzhen


            Negeri China merupakan satu bab dari buku dunia yang kaya akan budaya. Namun mengunjungi seluruh daerah di negara Tirai Bambu ini, satu persatu, rasanya sungguh tak mungkin. Namun, bukan berarti Anda tak bisa melihat dari dekat seluruh wilayah dari China. Dengan mengunjungi kota Shenzhen, provinsi Guangdong,  yang letaknya di bagian tenggara China, atau bertetangga dengan Hong Kong, keinginan berkeliling China akan terakomodasi.
Dengan mengunjungi Splendid China Miniature Scenic Spot  dan China Folk Culture Villages yang  berada di Shenzhen, Anda bisa mengunjungi seluruh daerah di China dalam waktu kurang dari satu hari.  Anda sebaiknya berkunjung ke Splendid China pada siang menjelang sore, karena beberapa atraksi menarik ditampilkan selepas pukul 13.00 waktu setempat. Untuk bisa masuk ke objek wisata ini, Anda harus merogoh kocek sekitar Rp 300 ribu,  sudah termasuk tiket masuk ke China Folk Culture  Village.
            Memasuki area Splendid China, Anda akan disuguhi pemandangan yang memanjakan mata. Taman yang indah dengan bunga-bunga yang terawat serta patung-patung China dengan busananya yang khas. Payung warna-warni yang mungkin biasa Anda lihat pada saat perayaan Imlek  atau di kawasan pecinan di Indonesia, bertebaran, digantung  pada pohon-pohon yang  tumbuh di kawasan tersebut. Belum lagi ornamen-ornamen khas Negeri Naga, berupa gapura-gapura yang berbentuk sulur-sulur tanaman lengkap dengan bunganya, hiasan boneka berbentuk telur dan semua ornamen yang memikat mata,


            Anda bisa berjalan kaki berkeliling kawasan ini. Namun, jika tak kuat jalan, Anda  bisa  keliling naik mobil wisata  dengan tiket seharga Rp 50 ribu. Cukup mahal mengingat sebenarnya seluruh area ini bisa dijelajahi dengan berjalan kaki, dengan waktu yang tak lama.
Miniatur yang ada di theme park ini berupa bangunan-bangunan megah yang berada di China dengan detail yang sangat mirip dengan bangunan aslinya, dibuat dengan skala 1m : 15. Di sini, Anda akan bisa melihat dari dekat miniatur landmark Great Wall  yang dibuat dengan menggunakan batu bata yang dibawa langsung dari Beijing,  mirip dengan batu bata untuk membuat Great Wall  asli. Ada juga Tentara Terracota yang terkenal, lengkap dengan pasukan berkuda yang masuk ke dalam keajaiban dunia. Anda juga bisa menyaksikan Istana Terlarang (The Forbidden City), yang merupakan simbol dari keluarga kekaisaran yang sangat megah, lengkap dengan pemandangan pepohonan yang menghiasi istana. Tata letak dari miniatur ‘’istana’’ ini dibuat sama dengan istana yang sebenarnya.
            Selain tempat-tempat di atas, masih banyak lagi tempat-tempat bersejarah lainnya yang ada di China. Suasana di Splendid China sangat sejuk dengan udara yang menyegarkan serta pemandangan rerumputan hijau yang memanjakan mata.



''Perang''  Pasukan Berkuda

            Masih satu kompleks dengan Splendid China yang berisi miniatur ikon daerah di China, Anda bisa bergeser ke China Folk Culture Villages tempat digelar sejumlah pertunjukkan budaya dan kesenian tradisional China seperti egrang show, pertempuran pasukan kuda ataupun folk dance, dragon and phoenix dance.
            Anda bisa menyaksikan pertunjukan live ‘perang berkuda’ atau Battle on Horseback Show Golden Spear Dinasty pada pukul 14.00. Pertunjukkan ini menampilkan epik legenda perang dari generasi pejuang nomaden yang memimpin 40.000 pasukan yang mengalahkan 400.000 musuh dan kemudian menguasai padang rumput yang menghampar luas.  Pertunjukan yang digelar di ruang terbuka seluas dua lapang sepakbola ini berlangsung setiap hari sebagai sajian bagi para turis.  


Sebuah benteng yang menjulang menjadi latar utama, dengan lapangan luas di depannya sebagai areal pertempuran. Penonton yang memenuhi 2000 tempat duduk tak hanya disuguhi berbagai adegan pertempuran tapi juga ketangkasan para penunggang kuda dengan kostum orang-orang Mongolia. Tradisi para ksatria Mongol semasa kejayaan Kubilai Khan dan Jengis Khan.
            Beberapa adegan menyuguhkan duel pedang di atas kuda yang melaju dengan cepat. Mereka saling menebas dan mengelak. Suara pedang berbaur dengan ledakan asap dan suara kaki-kaki kuda, juga jeritan penyanyi opera. Sedang di menara benteng, bendera-bendera merah dan kuning terus dikibarkan. Seluruhnya menjadi panorama visual yang memadukan keindahan dan ‘’kengerian’’. Sejarah masa lalu yang mendebarkan ihwal darah dan kekuasaan, dihadirkan dengan kemasan visual yang indah selama 45 menit.


            Selain pertunjukkan perang ‘’kavaleri’’ berkuda, Anda juga akan dibuat takjub dengan pertunjukkan tarian kolosal di  OCT East Theatre Shenzhen China. Ada larangan untuk memotret selama pertunjukkan karena akan mengganggu pencahayaan panggung.  Namun bolehlah nekat mencuri-curi foto karena sungguh sayang jika tidak mengabadikan tarian kolosal yang sangat indah tersebut. Asalkan saja Anda tak menghidupkan blitz kamera dan tak ketahuan petugas.
            Tarian budaya yang semarak dengan penari berkostum tradisional dan bernuansa oriental dengan tata panggung teater dan tata cahaya fantastis ini sangat menarik dinikmati. Koreografi modern tarian dan musik disajikan secara kontemporer, memadukan khas budaya daerah dan koreografi modern. Pertunjukkan berdurasi lebih dari satu jam ini terasa tidak membosankan. Mungkin karena penari yang tampil rata-rata molek dan menari dengan lincah gemulai. Jika Anda tak ingin melewatkannya dari awal, sebaiknya datang sebelum pukul 17.00.


            Busana oriental yang membalut tubuh penari lengkap dengan episode-episodenya dalam pertunjukan ini seakan membawa penonton lebih dalam mengenal kekhasan budaya China di penjuru utara, selatan, barat dan timur China. Ini diwakili dalam bentuk gerak yang menampilkan tema northern wind, southern flower, western snow, eastern moon dan splendid China.


            Busana-busana oriental yang dikenakan para penari ini telah dipertunjukkan di lebih dari 10 negara. Busana ini juga merepresentasikan busana terbaik di China di antaranya dengan memenangkan Chinese National Lotus Award. Pertunjukan tari ini bukan satu-satunya pegelaran tari yang ada di taman budaya ini. Folk Culture Village juga menggelar epik Dragon and Phoenix Dance yang pertunjukannya dimulai pukul 19.30 waktu setempat.*******


Tidak ada komentar:

Posting Komentar